Jutaan Mobil

Jutaan Mobil Kena Recall di China Masalah Pintu, Ini Daftarnya

Jutaan Mobil Di China Kena Recall Persoalan Yang Menjadi Perhatian Berkaitan Dengan Mekanisme Pembuka Pintu Darurat. Sebanyak 4.309.921 kendaraan terdampak dalam kampanye recall yang melibatkan sejumlah produsen otomotif besar.

Masalah tersebut terlihat sederhana, tetapi dapat menjadi sangat serius ketika kendaraan mengalami kecelakaan. Mekanisme pembuka pintu manual darurat pada sejumlah mobil di nilai sulit di temukan karena desain atau warnanya menyerupai bagian trim interior.

Dalam kondisi normal, masalah tersebut mungkin tidak terasa. Namun, ketika terjadi kecelakaan dan sistem kelistrikan kendaraan mengalami kegagalan, mekanisme manual menjadi salah satu cara penting untuk membuka pintu dan menyelamatkan penumpang.

Jutaan Mobil Kena Recall, Tesla Menjadi Produsen dengan Recall Terbesar

Dari daftar kendaraan yang terdampak, Tesla menjadi produsen dengan jumlah recall paling besar. Total kendaraan Tesla yang masuk dalam kampanye tersebut mencapai sekitar 3,02 juta unit.

Sebanyak 2.975.910 unit merupakan Model 3 dan Model X yang di produksi di China. Sementara itu, 46.041 unit lainnya merupakan Model 3, Model X, dan Model S impor.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Tesla akan memberikan penanda yang lebih jelas pada lokasi mekanisme pembuka pintu darurat. Perusahaan tersebut juga menyiapkan pembaruan perangkat lunak atau over-the-air (OTA) pada kendaraan tertentu.

Pembaruan tersebut memungkinkan kaca jendela turun secara otomatis setelah terjadi benturan dalam kondisi tertentu. Fitur ini di harapkan dapat memberikan akses tambahan bagi penghuni kendaraan maupun petugas penyelamat.

Xiaomi SU7 Juga Terdampak

Produsen teknologi yang masuk ke industri otomotif, Xiaomi, juga melakukan recall dalam jumlah besar. Sebanyak 390.435 unit Xiaomi SU7 produksi 2024 masuk dalam daftar kendaraan yang terdampak.

Xiaomi SU7 merupakan salah satu mobil listrik yang cukup di kenal di pasar China. Recall ini menunjukkan bahwa persoalan mekanisme pintu darurat bukan hanya di alami oleh satu merek, tetapi menjadi perhatian yang lebih luas pada kendaraan modern.

Selain Xiaomi, Leapmotor melakukan recall terhadap 371.200 unit yang terdiri dari model C01 dan C11. Sementara XPeng menarik kembali 264.842 unit yang mencakup G6, P7+ dan X9.

Berikut Daftar Kendaraan yang Direcall

Berikut sejumlah produsen dan model kendaraan yang terdampak recall di China:

  • Tesla: 2.975.910 unit Model 3 dan Model X produksi China.
  • Tesla: 46.041 unit Model 3, Model X dan Model S impor.
  • Xiaomi: 390.435 unit SU7.
  • Leapmotor: 371.200 unit C01 dan C11.
  • XPeng: 264.842 unit G6, P7+ dan X9.
  • Zeekr: 92.658 unit 007 dan X.
  • Chery: 64.488 unit iCaur 03 dan Chery Fulwin X3.
  • Dongfeng: 53.452 unit Nammi 06, Aeolus L8, eπ 007 dan eπ 008.
  • BAIC BluePark: 46.860 unit ArcFox Kaola.
  • FAW Hongqi: 4.035 unit EH7 dan Tiangong 08.

Jumlah tersebut menunjukkan skala persoalan yang cukup besar. Recall tidak hanya melibatkan satu segmen kendaraan, tetapi mencakup berbagai model dari beberapa produsen.

Mengapa Gagang Pintu Menjadi Perhatian?

Dalam beberapa tahun terakhir, gagang pintu elektronik yang tersembunyi atau rata dengan bodi semakin populer. Desain tersebut memberikan tampilan yang lebih modern dan futuristis, sekaligus dapat membantu aspek aerodinamika kendaraan.

Namun, sistem tersebut memiliki kelemahan ketika kendaraan kehilangan sumber daya listrik. Jika mekanisme elektronik tidak berfungsi, penumpang harus mengandalkan mekanisme manual darurat.

Masalahnya, mekanisme tersebut pada sejumlah kendaraan di nilai sulit di temukan. Dalam situasi kecelakaan, kondisi ini dapat menghambat penumpang keluar dari kendaraan maupun menyulitkan petugas penyelamat membuka pintu dari luar.

China Mulai Memperketat Regulasi

Persoalan gagang pintu elektronik juga mendorong China memperketat aturan keselamatan kendaraan. Pemerintah negara tersebut berencana membatasi penggunaan gagang pintu elektronik tersembunyi atau retractable pada kendaraan baru tertentu mulai 2027.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi otomotif harus tetap diimbangi dengan aspek keselamatan. Desain futuristis memang menarik, tetapi akses keluar kendaraan ketika kondisi darurat tetap menjadi prioritas.