
Barca Masih Murka, Resmi Protes UEFA Soal Momen Kontroversial
Barca Masih Di Liputi Kemarahan Setelah Kekalahan Dari Atletico Madrid Pada Leg Pertama Perempat Final Liga Champions UEFA Musim 2025/2026. Tak hanya menerima hasil pahit 0-2, Barcelona juga melayangkan protes resmi kepada UEFA terkait keputusan wasit yang di anggap kontroversial.
Langkah ini menunjukkan bahwa kubu Barca tidak hanya kecewa, tetapi juga menilai ada kesalahan besar yang memengaruhi jalannya pertandingan.
Kekalahan yang Di warnai Kontroversi
Pertandingan yang berlangsung sengit itu berubah panas bukan hanya karena skor, tetapi juga sejumlah keputusan wasit yang menuai polemik. Wasit asal Rumania, Istvan Kovacs, menjadi sorotan utama setelah beberapa keputusannya dinilai merugikan Barcelona.
Salah satu momen paling kontroversial terjadi pada menit ke-54. Dalam situasi tendangan gawang, kiper Atletico, Juan Musso, tampak telah mengaktifkan kembali permainan. Namun, bek Atletico, Marc Pubill, justru menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti.
Barca menilai kejadian tersebut seharusnya berujung penalti. Namun, wasit tidak menganggapnya sebagai pelanggaran, dan teknologi VAR pun tidak melakukan intervensi.
Barca Nilai Terjadi “Kesalahan Besar”
Dalam pernyataan resminya, Barcelona menyebut keputusan tersebut sebagai “kesalahan besar” yang berdampak langsung pada hasil pertandingan. Klub bahkan menilai bahwa tidak adanya intervensi VAR semakin memperparah situasi.
Tak hanya itu, beberapa keputusan lain juga di permasalahkan, termasuk kartu merah yang di terima bek muda Pau Cubarsi serta sejumlah pelanggaran yang di anggap tidak di tindak tegas.
Pihak klub merasa keputusan-keputusan tersebut tidak konsisten dengan aturan permainan dan merugikan mereka dalam laga penting seperti Liga Champions.
Tuntutan Barcelona ke UEFA
Sebagai bentuk keseriusan, Barcelona telah mengajukan keluhan resmi kepada UEFA melalui tim hukum mereka. Dalam protes tersebut, klub meminta beberapa hal penting, antara lain:
- Di lakukannya investigasi terhadap keputusan wasit
- Akses terhadap komunikasi antara wasit dan tim VAR
- Pengakuan resmi jika di temukan kesalahan
- Evaluasi sistem perwasitan agar kejadian serupa tidak terulang
Barcelona juga menilai bahwa insiden ini bukan pertama kalinya mereka di rugikan oleh keputusan kontroversial di kompetisi Eropa.
Peluang Protes Tidak Ubah Hasil
Meski protes telah di ajukan, peluang untuk mengubah hasil pertandingan sangat kecil. Dalam regulasi UEFA, keputusan pertandingan umumnya tidak dapat di ubah meskipun terdapat kesalahan wasit.
Protes semacam ini lebih bertujuan sebagai bentuk keberatan resmi dan tekanan agar kualitas perwasitan di perbaiki di masa depan.
Namun, laporan tersebut tetap bisa berdampak pada evaluasi wasit dan penugasan di pertandingan berikutnya.
Reaksi Pelatih dan Manajemen
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, juga menyuarakan kekecewaannya. Ia menilai keputusan tersebut sulit di pahami, terutama di era sepak bola modern yang sudah di dukung teknologi VAR.
Sementara itu, petinggi klub menegaskan bahwa langkah protes ini penting untuk menjaga integritas kompetisi. Mereka berharap UEFA dapat memberikan transparansi dan keadilan dalam setiap pertandingan.
Fokus ke Leg Kedua
Di tengah polemik yang terjadi, Barcelona tetap harus menghadapi kenyataan bahwa mereka tertinggal agregat 0-2. Leg kedua akan menjadi penentuan apakah mereka mampu bangkit atau justru tersingkir.
Meski kecewa, tim tetap berusaha fokus mempersiapkan diri untuk laga berikutnya, dengan harapan dapat membalikkan keadaan.
Kontroversi dalam laga antara FC Barcelona dan Atletico Madrid menjadi sorotan besar di dunia sepak bola. Keputusan wasit yang di nilai merugikan membuat Barcelona mengambil langkah tegas dengan melayangkan protes ke UEFA.
Meski kecil kemungkinan hasil pertandingan berubah, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa klub menginginkan keadilan dan transparansi dalam kompetisi. Kini, semua mata tertuju pada respons UEFA dan bagaimana Barcelona bangkit di leg kedua.