
Igor Tudor Jadi Pelatih Interim Spur Hingga Akhir Musim
Igor Tudor Resmi Di Tunjuk Sebagai Pelatih Interim Tottenham Hotspur Hingga Akhir Musim Setelah Thomas Frank Di Pecat. Penunjukan Tudor menjadi sinyal bahwa Spurs siap melakukan apa pun demi menstabilkan performa tim sebelum musim berakhir.
Tottenham memutuskan berpisah dengan Thomas Frank setelah kekalahan 2–1 dari Newcastle United. Yang semakin memperburuk posisi klub di klasemen liga. Frank hanya berhasil mencatat dua kemenangan dalam 17 laga liga terakhir, sehingga manajemen klub merasa perlu perubahan segera untuk menyelamatkan musim. Spurs kini berada di peringkat ke-16, hanya lima poin di atas zona degradasi sebuah situasi yang jauh dari ekspektasi tinggi klub ini.
Keputusan untuk menunjuk Igor Tudor datang setelah proses cepat dalam beberapa hari. Klub dan pelatih berusia 47 tahun itu telah mencapai kesepakatan verbal. Dan Igor Tudor di perkirakan akan segera memimpin sesi latihan ketika para pemain kembali dari libur mereka.
Profil Igor Tudor
Igor Tudor bukan nama asing di sepak bola Eropa meskipun belum pernah melatih di Premier League sebelumnya. Sebagai pemain, dia di kenal sebagai bek tangguh yang pernah memperkuat klub top seperti Juventus dan timnas Kroasia dalam beberapa edisi turnamen besar. Sebagai pelatih, Tudor punya pengalaman luas di berbagai liga Eropa.
Karier kepelatihannya mencakup klub-klub besar seperti Juventus, Lazio, Marseille, Galatasaray, maupun beberapa tim Italia lain seperti Udinese dan Verona. Di Juventus, meskipun berakhir dengan pemecatan setelah delapan laga tanpa kemenangan. Tudor sempat membawa tim tersebut ke posisi empat besar Serie A pada periode awalnya.
Tantangan yang Di hadapi
Tugas utama Tudor di Tottenham adalah menyelamatkan tim dari ancaman degradasi. Klub yang biasa bersaing di papan atas kini terancam jatuh ke posisi bawah, dan Tudor menjadi juru selamat sementara yang diharapkan mampu memulihkan performa. Posisi di klasemen yang sempit membuat setiap pertandingan sisa musim menjadi krusial bagi Spurs.
Hasil negatif yang berlanjut sepanjang posisi Thomas Frank memberi tekanan tambahan pada Tudor begitu dia tiba. Spurs juga tengah mengalami masalah cedera di skuatnya, dengan beberapa pemain kunci absen dalam beberapa pertandingan, sehingga membuat tugasnya makin berat.
Tantangan lain adalah duel berat yang menanti di awal masa kepelatihannya, termasuk laga derby besar melawan Arsenal. Hanya beberapa hari setelah penunjukan, Spurs akan menghadapi rival sekota mereka itu, yang bisa menjadi ujian awal besar bagi Tudor.
Gaya Kepelatihan dan Harapan
Tudor dikenal karena gaya permainan yang agresif dan terfokus pada disiplin defensif. Banyak analis menyebut ia akan menerapkan formasi pragmatis, seperti 3-4-2-1, untuk memberi keseimbangan antara pertahanan dan serangan cepat strategi yang mungkin cocok untuk tim yang tengah tertekan.
Meskipun bukan pilihan paling populer di kalangan sebagian fans Spurs, banyak pengamat sepak bola melihat Tudor sebagai “pemadam kebakaran” dalam situasi krisis — sosok pelatih yang bisa membawa efek instan dan memulihkan mental tim dalam jangka pendek.
Apa Selanjutnya?
Kontrak Tudor hanya berlaku hingga akhir musim, dan Tottenham diperkirakan akan mencari pelatih permanen setelah kampanye 2025/2026 usai. Nama-nama besar seperti Mauricio Pochettino, yang pernah sukses bersama Spurs di masa lalu. Menjadi kandidat kuat untuk menggantikan kursi manajerial secara permanen.
Sementara itu, Tudor memiliki kesempatan untuk mengukir prestasi besar jika mampu membawa Tottenham tetap bertahan di liga dan memperbaiki performa keseluruhan. Keberhasilannya dalam peran interim bisa membuka peluang kontrak yang lebih panjang, baik di Spurs maupun klub lain di masa depan.
Penunjukan Igor Tudor sebagai pelatih interim Tottenham sampai akhir musim menjadi babak baru dalam perjalanan klub yang tengah berjuang keluar dari krisis performa. Dengan pengalaman luas di kompetisi Eropa dan tugas berat di tangan. Tudor di harapkan mampu membalikkan arah musim Spurs dan menjaga posisi mereka di Premier League.