
Huawei Klaim Chip AI Miliknya Salip Nvidia di China
Huawei Mengklaim Chip Kecerdasan Buatan (AI) Buatannya, Ascend, Telah Menyalip Nvidia Dalam Hal Pangsa Pasar Di China. Klaim tersebut menjadi perkembangan menarik di tengah persaingan teknologi AI dan pembatasan ekspor chip canggih dari Amerika Serikat ke China.
Ketua bergilir Huawei, Eric Xu, mengatakan pihaknya memperkirakan pangsa pasar Ascend kini lebih besar di bandingkan Nvidia di pasar chip AI China. Namun, Huawei tidak memberikan data independen yang dapat digunakan untuk memverifikasi klaim tersebut.
Huawei Ascend Semakin Banyak Di gunakan
Ascend merupakan lini prosesor AI Huawei yang di kembangkan sebagai alternatif terhadap chip Nvidia. Perkembangan Ascend tidak terlepas dari dorongan China untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi semikonduktor asing.
Huaweii mengatakan permintaan terhadap perangkat komputasi AI buatannya di China saat ini bahkan lebih besar daripada kapasitas produksi. Kondisi tersebut membuat perusahaan belum berencana melakukan ekspansi internasional secara besar-besaran dalam waktu dekat.
Mereka juga menyebut lebih dari 1.000 sistem berbasis Ascend 910C telah di gunakan. Sementara itu, sistem berbasis Ascend 950 mulai memasuki penggunaan komersial. Perusahaan juga mengatakan lebih dari 5.200 pengembang aktif setiap bulan dalam ekosistem perangkat lunak Ascend.
Pembatasan AS Mendorong Chip Lokal
Meningkatnya penggunaan chip Huawei juga berkaitan dengan pembatasan Amerika Serikat terhadap ekspor semikonduktor AI canggih ke China.
Kebijakan tersebut membatasi akses perusahaan China terhadap sejumlah akselerator AI Nvidia yang lebih maju. Situasi ini kemudian mendorong perusahaan dan pengembang di China mencari alternatif dari produsen dalam negeri.
Eric Xu mengatakan China tidak ingin berada dalam kondisi ketika akses terhadap chip bergantung pada keputusan pihak lain. Karena itu, pengembangan teknologi semikonduktor domestik di nilai menjadi bagian penting dari strategi industri China.
Ada Satu Masalah: Kapasitas Produksi
Meski permintaan terhadap Ascend tinggi, Huaweii menghadapi persoalan kapasitas produksi. Perusahaan mengakui belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar China.
Keterbatasan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena kemampuan sebuah chip AI tidak hanya di tentukan oleh desain dan performanya, tetapi juga kemampuan memproduksi chip dalam jumlah besar.
Huaweii bahkan membatasi ekspansi penjualan ke luar negeri karena kapasitas yang tersedia masih di prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Masalah kapasitas ini juga berkaitan dengan keterbatasan China dalam mengakses teknologi manufaktur semikonduktor paling canggih. Reuters melaporkan bahwa Huawei masih menghadapi keterbatasan kapasitas chip canggih di China, sementara teknologi litografi EUV belum tersedia secara luas bagi produsen China.
Mereka Andalkan Sistem dengan Banyak Chip
Untuk mengatasi keterbatasan performa satu chip, Huawei juga mengembangkan sistem yang menghubungkan banyak prosesor AI agar dapat bekerja secara bersamaan.
Perusahaan mengatakan sistem tersebut dapat menghubungkan ribuan prosesor dalam satu supernode. Huawei bahkan mengembangkan arsitektur yang di rancang untuk memungkinkan hingga satu juta prosesor bekerja dalam satu sistem komputasi berskala besar.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa persaingan dengan Nvidia tidak hanya terjadi pada kemampuan satu chip. Infrastruktur komunikasi antarchip dan kemampuan menggabungkan banyak prosesor juga menjadi faktor penting dalam menjalankan model AI berukuran besar.
Tantangan Besar Masih Ada
Meski Huawei mengklaim Ascend telah melampaui Nvidia di China, persaingan keduanya tidak bisa hanya di lihat dari angka pangsa pasar. Nvidia masih memiliki keunggulan besar dalam ekosistem perangkat lunak melalui CUDA, yang telah di gunakan luas oleh pengembang AI.
Di sisi lain, Huawei terus membangun ekosistemnya sendiri. Pada September 2026, perusahaan juga bekerja sama dengan DeepSeek untuk mengembangkan perangkat lunak yang di optimalkan bagi chip Ascend, termasuk sistem komputasi berbasis 128 chip Ascend 950.
Dengan demikian, klaim Huawei mengenai posisi Ascend di pasar China menjadi sinyal penting bagi industri chip AI. Namun, keterbatasan kapasitas produksi dan ekosistem perangkat lunak masih menjadi tantangan yang harus di atasi jika Huawei ingin memperluas penggunaan chip AI buatannya secara lebih luas.