Jam Tangan Mewah

Jam Tangan Mewah Di Jadikan Investasi, Bisakah?

Jam Tangan Mewah Selama Ini Identik Dengan Simbol Status, Gaya Hidup, Dan Apresiasi Terhadap Kerajinan Tangan (Horologi). Namun belakangan, seiring meningkatnya minat kolektor dan investor terhadap barang-barang bernilai tinggi, pertanyaan yang sering muncul adalah: Apakah jam tangan mewah bisa di jadikan investasi yang menguntungkan? Artikel ini menelaah fenomena tersebut dengan menimbang peluang, tantangan. Serta realitas pasar jam tangan mewah dunia dan di Indonesia.

Jam Tangan Mewah bukan sekadar penunjuk waktu. Berbagai merek prestisius seperti Rolex, Patek Philippe, dan Audemars Piguet telah lama di pandang sebagai aset alternatif yang dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilainya seiring waktu asalkan di pilih dengan cermat.

Menurut pengamatan pasar horologi global, beberapa model ikonik tertentu justru menunjukkan kenaikan nilai yang signifikan dalam dekade terakhir. Misalnya, beberapa referensi Rolex Submariner telah mencatat kenaikan harga puluhan persen dalam 10–15 tahun terakhir karena permintaan tinggi dan produksi yang relatif terbatas.

Peningkatan permintaan terhadap Jam Tangan Mewah juga tercermin dalam tren pasar jam tangan mewah bekas (second-hand) yang tetap aktif dan di minati. Termasuk di Indonesia, dengan model sporty atau klasik yang sering menjadi primadona kolektor di kisaran harga puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Peluang Investasi, Ikon, Kelangkaan Dan Tren Historis

Dalam dunia jam mewah, tidak semua model layak di anggap sebagai investasi. Nilai investasinya sangat bergantung pada brand heritage, keunikan model, jumlah produksi, dan permintaan kolektor. Beberapa data independen menunjukkan bahwa jam tangan dari merek ternama bisa memberikan imbal hasil tahunan rata-rata yang menarik. Terutama jika di pertahankan lebih dari satu dekade.

Sebagai contoh, studi independen menyatakan bahwa harga jam mewah telah tumbuh sekitar 9 persen per tahun dalam sepuluh tahun terakhir. Mengungguli beberapa kategori “passion investment” seperti mobil klasik, seni, dan berlian.

Di antara merek yang sering di sebut sebagai investment grade adalah Rolex, Patek Philippe, dan Audemars Piguet. Yang terkadang mengalami apresiasi signifikan bila permintaan kolektor sangat tinggi dan pasokan terbatas.

Jam Tangan Mewah: Investasi atau “Wearable Asset”?

Para ahli pasar jam tangan sering menekankan bahwa meski jam mewah bisa menawarkan apresiasi nilai, nilai emosional dan fungsi praktisnya juga penting. Jam tangan mewah bisa menjadi wearable asset yang tidak hanya memiliki potensi finansial. Tetapi juga memberi kepuasan estetika dan simbol status kepada pemiliknya sesuatu yang tidak dimiliki banyak aset investasi klasik.

Konsep ini menempatkan jam tangan sebagai bagian dari portofolio tersendiri, bukan pengganti investasi inti seperti saham, properti, atau reksa dana. Para kolektor sering menyarankan bahwa jam tangan yang di pilih haruslah sesuatu yang benar-benar di sukai dan di hargai secara personal — sehingga nilai kepuasan itu sendiri menjadi bagian dari “imbal hasil”.

Realitas Pasar: Risiko dan Ketidakpastian

Meski ada contoh kenaikan harga yang impresif, jam tangan mewah bukanlah investasi tanpa risiko. Pasar jam tangan sangat dipengaruhi oleh siklus permintaan, tren fesyen, dan keadaan ekonomi global.

Beberapa analis industri bahkan mencatat bahwa pasar jam tangan mewah sempat mengalami perlambatan atau penurunan harga di pasar sekunder. Terutama setelah periode permintaan yang kuat pascapandemi. Dalam beberapa kasus, harga ritel yang di naikkan oleh merek tertentu seperti Rolex justru mengecilkan selisih harga di pasar bekas. Sehingga membuat kenaikan nilai tidak sedrastis sebelumnya.

Selain itu, jam mewah cenderung memiliki likuiditas rendah di bandingkan aset tradisional seperti saham atau obligasi. Menemukan pembeli yang bersedia membeli pada harga yang di inginkan bisa membutuhkan waktu, dan sebagian model mungkin hanya mempertahankan nilai tanpa benar-benar berkembang signifikan.

Risiko Lainnya: Perawatan dan Keaslian

Berinvestasi dalam jam mewah juga menuntut perhatian pada perawatan, keaslian, serta penyimpanan yang tepat. Jam yang tidak dirawat dengan baik atau kehilangan dokumen serta kotak asli dapat jauh lebih rendah nilainya di pasar sekunder.