El Mencho

El Mencho Bos Kartel Meksiko Tewas Lokasi Sembunyi Terbongkar

El Mencho Pemimpin Cártel De Jalisco Nueva Operasi ) Salah Satu Organisasi Kriminal Paling Kuat Dan Paling Di Takuti Di Dunia. Di lakukan Militer besar-besaran di negara bagian Jalisco, Meksiko, berujung pada kematian Nemesio Oseguera Cervantes. Keberhasilan pihak berwenang menghentikan jejak El Mencho bukan datang dari jalur jaringan narkotika, tetapi melalui jejak salah satu kekasihnya yang terlacak aparat sehingga mengungkap lokasi persembunyiannya di kawasan pegunungan terpencil.

Menurut pengakuan Menteri Pertahanan Meksiko, Ricardo Trevilla Trejo, langkah awal operasi di mulai dari identifikasi seorang pria yang dekat dengan kekasih El Mencho. Aparat intelijen berhasil mengetahui bahwa perempuan tersebut di bawa ke sebuah daerah peristirahatan di Tapalpa. Sebuah komunitas pegunungan di negara bagian Jalisco. Dari situ, pasukan khusus kemudian menelusuri jejak tersebut sampai menemukan lokasi persembunyian sang bos kartel.

Tapalpa sendiri di kenal sebagai wilayah peristirahatan dengan resor dan kabin pegunungan yang tenang. Namun, lokasi ini justru di jadikan El Mencho sebagai tempat berlindung bersama sejumlah anggota kepercayaannya. Ketika aparat mendekati kawasan tersebut pada Minggu dini hari (22/2/2026). Baku tembak hebat pun tak terelakkan antara militer dan pria-pria bersenjata yang melindungi sang pemimpin kriminal.

Operasi Militer dan Kematian El Mencho

Aparat militer Meksiko, yang dibantu oleh pasukan khusus dan dukungan intelijen termasuk informasi dari Amerika Serikat berhasil mengepung kawasan tersebut. Dalam serangan yang terjadi di hutan dekat resor, El Mencho dan dua pengawalnya terluka parah setelah baku tembak berkepanjangan. Mereka kemudian di larikan ke rumah sakit terdekat menggunakan helikopter militer, namun di nyatakan tewas dalam perjalanan.

Selama operasi tersebut, sejumlah orang tewas di lokasi kejadian akibat tembakan, termasuk beberapa anggota kartel yang mencoba menghadang pasukan. Sebuah helikopter militer bahkan di laporkan melakukan pendaratan darurat karena terkena tembakan saat aksi itu berlangsung.

Kekacauan di Balik Kematian

Kematian El Mencho tidak berhenti pada momen serbuan itu sendiri reaksi dari kartel pun segera muncul dalam bentuk kekerasan yang tersebar di berbagai wilayah. Laporan menyebutkan bahwa lebih dari 70 orang tewas dalam operasi dan kekacauan lanjutan setelah penggrebekan tersebut. Insiden ini termasuk serangan terhadap pasukan keamanan, warga sipil. Serta pembentukan blokade jalan dan pembakaran kendaraan dalam berbagai provinsi di Meksiko.

Tokoh yang di duga sebagai tangan kanan El Mencho, yang di kenal sebagai El Tuli, juga terlibat dalam kekerasan susulan dengan menawarkan hadiah untuk setiap pasukan keamanan yang terbunuh. Ia kemudian di lacak dan tewas dalam bentrokan dengan pihak militer.

Dampak dan Respons Pemerintah

Kematian pemimpin CJNG ini memunculkan krisis keamanan di berbagai negara bagian Meksiko. Pemerintah federal merespons dengan pengerahan pasukan militer tambahan untuk memulihkan ketertiban dan menekan potensi kekerasan lanjutan oleh anggota kartel. Langkah ini di ambil untuk mencegah eskalasi kekerasan yang lebih luas dan menggagalkan upaya balasan yang terkoordinasi oleh kelompok kriminal lainnya.

Tak hanya berdampak di dalam negeri, kejadian ini juga memicu imbauan terhadap warga negara asing. Kedutaan Besar negara lain, seperti Turki, sempat mengeluarkan peringatan kepada warganya yang berada di Meksiko untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul gelombang kekerasan di beberapa negara bagian.

Makna Jatuhnya El Mencho

Kematian El Mencho adalah salah satu pukulan terbesar terhadap kartel narkoba tersebut dalam beberapa dekade terakhir. Selama bertahun-tahun, ia menjadi figur yang paling dicari oleh pemerintah Meksiko dan mitra internasional karena keterlibatannya dalam perdagangan narkotika, terutama dalam jaringan distribusi fentanyl dan obat terlarang lainnya menuju Amerika Serikat.

Namun, hilangnya pemimpin tertinggi ini juga menimbulkan tantangan baru. Para ahli memperingatkan kemungkinan terjadi perebutan kekuasaan internal dalam CJNG atau fragmentasi kelompok yang justru berpotensi memperburuk kondisi keamanan di masa depan. Di tengah kekosongan kepemimpinan itu, tugas pemerintah dan aparat keamanan menjadi kian penting untuk menjaga stabilitas sambil terus menindak sisa jaringan kriminal yang ada.