Singapura

Singapura Kini Masuk Kategori Super-Aged Society, Maksudnya?

Singapura Kini Resmi Masuk Kategori Masyarakat Supertua Status Tersebut Muncul Setelah Proporsi Warga Singapura Berusia 65 Tahun Ke Atas. Mencapai lebih dari 21 persen dari total populasi warga negara pada 2026.

Berdasarkan laporan kependudukan terbaru yang dirilis pemerintah Singapura, sebanyak 21,4 persen warga negara Singapura berusia 65 tahun atau lebih pada Juni 2026. Angka ini meningkat di bandingkan 20,7 persen pada 2025 dan 13,7 persen pada 2016.

Apa Itu Super-Aged Society?

Istilah super-aged society di gunakan untuk menggambarkan kondisi ketika sedikitnya 21 persen penduduk berusia 65 tahun ke atas. Organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggunakan ambang tersebut untuk menggambarkan masyarakat yang telah memasuki tahap penuaan sangat tinggi.

Sebelum mencapai kategori ini, sebuah negara biasanya melewati beberapa tahap. Masyarakat di sebut menua ketika proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas mencapai 7 persen, kemudian di sebut aged society ketika angkanya melewati 14 persen. Jika sudah mencapai 21 persen, statusnya menjadi super-aged society.

Dengan demikian, status tersebut bukan berarti seluruh penduduk Singapura merupakan lansia. Istilah ini menggambarkan perubahan komposisi penduduk, di mana kelompok berusia lanjut memiliki porsi yang semakin besar.

Jumlah Lansia Singapura Kini Terus Bertambah

Penuaan penduduk Singapura terlihat dari meningkatnya jumlah warga berusia lanjut. Pada 2026, jumlah warga negara berusia 80 tahun ke atas mencapai sekitar 152.000 orang.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 60 persen di bandingkan 10 tahun sebelumnya. Pada 2016, jumlah warga Singapura berusia 80 tahun ke atas tercatat sekitar 95.000 orang.

Median usia warga Singapura juga terus naik. Pada Juni 2026, median usia warga negara mencapai 44,1 tahun, meningkat dari 43,7 tahun pada tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur usia penduduk Singapura semakin bergeser ke kelompok usia yang lebih tua.

Mengapa Singapura Mengalami Penuaan Penduduk?

Salah satu faktor yang berpengaruh adalah rendahnya angka kelahiran. Pada 2025, jumlah kelahiran warga negara Singapura turun 10,8 persen menjadi 26.071 kelahiran dari 29.237 pada 2024.

Tingkat kesuburan penduduk residen juga turun menjadi 0,87. Selain itu, masyarakat Singapura cenderung menikah pada usia yang lebih tua di bandingkan sebelumnya.

Di sisi lain, harapan hidup yang lebih panjang membuat semakin banyak penduduk mencapai usia lanjut. Kombinasi antara angka kelahiran rendah dan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia kemudian mempercepat proses penuaan populasi.

Apa Dampaknya bagi Singapura?

Perubahan demografi tersebut membuat kebutuhan terhadap layanan kesehatan, perawatan lansia, serta fasilitas yang ramah bagi kelompok usia lanjut semakin penting.

Data pemerintah menunjukkan jumlah warga usia 20 sampai 64 tahun untuk setiap warga berusia 65 tahun ke atas turun dari 4,7 pada 2016 menjadi 2,8 pada 2026. Rasio tersebut di perkirakan kembali turun menjadi 2,2 pada 2035.

Pemerintah Singapura telah menyiapkan berbagai program untuk menghadapi perubahan tersebut. Kementerian Kesehatan Singapura, misalnya, menjalankan Age Well SG yang bertujuan membantu lansia tetap aktif, terhubung dengan masyarakat, dan mendapatkan dukungan di lingkungan tempat tinggalnya.

Lebih dari Sekadar Bertambahnya Lansia

Status super-aged society bukanlah perubahan yang terjadi secara tiba-tiba. Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung sebelumnya menyebut bahwa transisi tersebut merupakan proses bertahap yang telah di perkirakan sejak beberapa tahun sebelumnya.

Pemerintah Singapura juga memperkirakan lebih dari satu dari empat warga negara akan berusia 65 tahun ke atas pada 2035. Karena itu, perubahan struktur penduduk menjadi salah satu aspek penting dalam perencanaan kesehatan, ekonomi, perumahan, hingga tenaga kerja Singapura.

Dengan masuknya Singapura ke kategori super-aged society, negara tersebut menghadapi tantangan baru dalam mengelola masyarakat yang hidup lebih lama. Fokusnya bukan hanya meningkatkan usia harapan hidup, tetapi juga memastikan masyarakat tetap sehat, aktif, dan produktif ketika memasuki usia lanjut.